Uang Muka Atas Perjanjian Yang Dibatalkan Sepihak


Jual Beli

Putusan MA No. 2661 K/Pdt/2004

 

Bahwa mengenai alasan tersebut dapat dibenarkan, karena judex facti salah menerapkan hukum/melanggar Undang-Undang yang berlaku, karena ternyata Penggugat/Terbanding wanprestasi telah tidak membayar kekurangan sisa pembayarannya sebesar Rp. 375.000.000,- (tiga ratus tujuh puluh lima juta rupiah) sampai tanggal yang disepakati yaitu tanggal 22 Maret 2003, maka menurut kebiasaan dalam dunia bisnis/perdagangan pihak Tergugat/Pembanding tidak punya kewajiban untuk mengembalikan pembayaran uang muka tersebut kepada Penggugat/Terbanding ;

 

Majelis Hakim Agung : 1) Iskandar Kamil (Ketua); 2) Djoko Sarwoko (Anggota); 3) Bahaudin Qaudry (Anggota)

Kasus Posisi:

Penggugat (Termohon Kasasi) mengadakan kesepakatan jual beli tanah dan bangungan dengan Para Tergugat (Para Pemohon Kasasi) dengan harga Rp. 425 juta. Dalam jual beli tersebut Penggugat membayar uang muka dalam kesepakatan lisan sebesar Rp. 50 Juta kepada Para Tergugat pada tanggal 23 Januari 2003, dengan ketentuan Penggugat akan membayar sisanya paling lambat tanggal 23 Maret 2003. Setelah waktu 23 Maret 2003 ternyata Penggugat tidak kunjung melunasi pembayaran. Atas fakta tersebut Para Tergugat kemudian menganggap perjanjian telah dibatalkan sepihak oleh Penggugat, dan Para Tergugat merasa berhak atas uang muka tersebut. Atas masalah uang muka ini Penggugat kemudian menggugat Para Tergugat ke pengadilan dengan tuntutan menyatakan perjanjian jual beli dinyatakan batal, serta agar pengadilan mewajibkan Para Tergugat mengembalikan uang muka sebesar Rp. 50 Jt.

 

Putusan PN :

Konvensi

          Mengabulkan Gugatan Penggugat Konvensi untuk sebagian

          menyatakan perjanjian jual beli antara penggugat dan para tergugat batal;

          menghukum para tergugat untuk mengembalikan uang muka Rp. 25 jt

 

Rekonvensi

          Mengabulkan gugatan rekonvensi untuk sebagian

          Menyatakan secara hukum bahwa Tergugat Rekonvensi membatalkan jual beli secara sepihak karena tidak memenuhi kekurangan pembayaran dengan batas waktu yang telah ditentukan kepada Para Penggugat Rekonvensi;

 

Putusan PT (memperbaiki rumusan amar)

40 thoughts on “Uang Muka Atas Perjanjian Yang Dibatalkan Sepihak

  1. saya juga mempunya ksus yang sama, saya mengadakan suatu jual beli dengan harga 22,5jt saya menyerahkan uang muka sebesar 15jt dengan kekurangan 7,5jt dibyr bln februari 2010, dikemudian hari sy membatalkan kesepakatan tsb diatas dgn alasan tidak bisa membayar, bagai mana dengan uang muka yang udah dibayar, apakah akan hilang???? mohon pendapatnya

  2. Kebetulan saya tidak terlalu menguasai masalah hukum perdata. Namun jika merujuk pada putusan Mahkamah Agung di atas maka uang muka (panjar) tidak kembali, setidaknya jika pembelian tersebut dibatalkan sepihak oleh pembeli.

    Mengenai aturan hukumnya sendiri dalam KUHPerdata (BW) dalam pasal 1464 dinyatakan bahwa Jika pembelian dilakukan dengan memberi uang panjar, maka salah satu pihak tak dapat membatalkan pembelian itu dengan menyuruh memiliki atau mengembalikan uang panjarnya.
    Pasal ini menurut tafsir saya berarti bahwa jual beli dengan uang muka tidak dapat dibatalkan secara sepihak oleh Penjual walaupun ia mengembalikan uang muka tersebut, begitu juga sebaliknya, Pembeli tidak dapat memutuskan jual-beli walaupun ia menjajikan agar uang muka dimiliki/diambil oleh penjual. Konsekuensi dari pasal ini adalah bahwa pihak kedua dapat menggugat pihak yang memutuskan jual beli tersebut.

    tapi sekali lagi, karena saya tidak terlalu menguasai hukum perdata, pendapat ini hanya pendapat saya pribadi yang bisa anda terima atau tidak.
    salam.

  3. Bpk…Mhn Pertimbangan Bapak…Mhn Dgn Sangat Di Bls Ke Email Saya…
    Permasalahan Saya adalah sebaliknya…Saya berniat menjual rumah saya dengan harga 75.000.000, Kemudian saya meminta DP kepada sang pembeli sebanyak 9.000.000, dan pembayaran disertai dengan bukti kuitansi bermaterai, tp belum ada satu minggu saya membatalkan sepihak proses jual beli ini…Saya beritikad baik dengan mengambalikan uang DP yang 9.000.000, akan tetapi di tolak oleh sang pembeli, kemudian saya memberikan ganti rugi sebanyak 1.000.000, jadi total uang yang akan saya berikan sebanyak 10.000.000, akan tetapi sang pembeli tetap menolak dan bahkan akan mengancam minta ganti rugi berlipat kalau tidak jadi menjual rumah saya kepada sang pembeli…bagaimanakah menurut ilmu yang bapak kuasai…trm ksh bapak…mohon balasannya…

  4. Saudara farid, maaf baru bisa membalas.
    Mengenai permasalahan hukum yang saudara utarakan, pertama menurut pasal 1458 jual beli telah dianggap terjadi setelah terjadi kesepakatan mengenai barang yang akan dijual dan harganya, walaupun belum ada pembayaran atau penyerahan barang. Kedua, menurut pasal 1464 Kitab Undang Undang Hukum Perdata jual beli yang didahului dengan uang panjar tidak dapat dibatalkan secara sepihak. berikut saya kutipkan bunyi pasal tersebut:
    Jika pembelian dilakukan dengan memberi uang panjar, maka salah satu pihak tak dapat membatalkan pembelian itu dengan menyuruh memiliki atau mengembalikan uang panjarnya.

    Jadi dalam hal ini secara hukum posisi anda memang kurang tepat. Secara hukum yang bisa dituntut oleh calon pembeli tanah tersebut kepada anda, ada beberapa, pertama bisa menuntut untuk tetap melakukan jual beli tersebut (menjalankan prestasi), atau bisa menuntut pengembalian uang panjar beserta bunga dan ganti kerugian. berapa besar kerugian yang dapat dituntut saya kurang paham, basic keilmuan saya diranah hukum pidana, sementara masalah ini masuk dalam ranah perdata.

    Sekian, semoga dapat membuat lebih terang permasalahan hukum yang anda tanyakan.

  5. Pak mohon bantuannya…
    saya punya masalah kontrakan, sebelumnya ada orang yang ingin mengontrak rumah saya dengan biaya 10jt/4thn dan di panjar dengan uang 5jt, akan tetapi secara sepihak dia membatalkan kontrakan tersebut dengan beralasan karena syarat yang diajukan dia tidak terpenuhi.Adapun penyebab syaratnya tidak terpenuhi adalah karena dia (Pengontrak) tidak dapat melengkapi document2 yang harus diserahkan ke RT. setempat.
    Oleh karena itu dia meminta uang muka kembali atau akan melaporkan hal ini ke ranah hukum, menurut Bapak apa yang harus saya lakukan sementara saya sudah melakukan perjanjian kontrak dengan orang lain dan sudah membayar Panjar juga.
    Terima kasih sebelumnya…

  6. saya hanya bisa mengatakan kpd anda bhw scr normatif uang panjar tsb menjadi hak anda sebagaimana terlihat dlm putusan Mahkamah Agung di atas. Anda bisa tetap bertahan untuk tidak mengembalikan uang panjar tersebut.

    Dalam kasus seperti ini sebenarnya calon penyewa tidak bisa melaporkan perkara ini ke pihak kepolisian, karena perkara ini tidak masuk dalam ranah pidana namun perdata. namun seperti kita ketahui bersama ketidakpastian hukum di negeri ini sangat tinggi. sebaiknya jika calon penyewa melaporkan anda ke pihak kepolisian segera pergi ke kantor bantuan hukum, terutama lembaga2 bantuan hukum seperti LBH Jakarta (jika anda di jakarta) atau cabang2nya di daerah. atau bisa hubungi juga LBH Mawar Saron atau PBH Peradi. Tempat2 itu setahu saya tidak dipungut biaya. untuk alamat dan nomor kontaknya anda bisa googling.

  7. sebut saja nama kakak saya si A
    Si A pemilik tahah menjual tanahnya seluas 5.9 are kepada si B dengan harga 60 juta pembayan dilakukan 2 kali, pembayaran pertama 8 jt dan selang 1 minggu pembayaran dilunasi 52 jt kuitansi bermaterai dan di tanda tangani oleh kedua belah pihak dan 2 orang saksi. pembeli meminta jaminan kepada pihak penjual berupa sertifikat tanah seluas 15 are sebagai jaminan sampai pengurusan sertifikat tanah seluar 5.9 are tsb selesai, dan untuk pengurusan sertifikat di bebankan pd pemilik tanah si A namun proses pengurusan berjalan lbh kurang 6 bln krn menunggu SPPT keluar sebagai dasar untuk kepengurusan ke BPN. kemudian pihak pembeli tidak sabaran dan ingin uang yg telah dibayarkan sebesar 60 jt itu mau dikembalikan dengan kata lain pembeli bermaksud mengembalikan tanah yg telah dilunasi tsb karena pemilik tanah belum mempunyai uang si pembeli memaksa untuk meminjam uang kepada si A dikoperasi namun karena jaminan tidak memenuihi syarat untuk memijam di koperasi maka pihak pembeli yg ingin membatalkan jual beli melaporkan pihak si A kepada polisi dengan dugaan tindak pidana penipuan dan pengelapan pasal 378 kami mohon penjelasan bapak utuk masalah kasus jual beli ini berikut mohon pasal-pasal yg bisa menguatkan pihak pemilik tanaah Si A demikian pertanyaan atas perhatian dan balasannya saya haturkan terima kasih banyak

  8. @minah sarminah: Saya kurang terlalu menguasai hukum perdata. namun mungkin pasal Pasal 1458 ini dapat sedikit membantu:

    Jual beli dianggap telah terjadi antara kedua belah pihak, segera setelah orang-orang itu mencapai kesepakatan tentang barang tersebut beserta harganya, meskipun barang itu belum diserahkan dan harganya belum dibayar.

    Dari pasal tersebut serta cerita di atas maka menurut saya kesepakatan telah terjadi sehingga pembatalan yg dilakukan oleh B merupakan suatu perbuatan wan prestasi.

    selanjutnya agar lebih jelas sebaiknya anda berkonsultasi ke advokat (karena saya bukan advokat). jika anda tidak mampu bisa juga pergi ke Lembaga Bantuan Hukum atau coba hubungi Pusat Bantuan Hukum Peradi. Alamat lengkap beserta no kontak PBH Peradi bisa anda lihat di websitenya yaitu http://www.PBHPeradi.org

  9. pak saya mohon bantuanya..saya da masalah dlm membeli pertokoan.. saya menyetujui membeli toko yang harganya 113.500juta.kemudian saya di suruh membayar uang panjaran 2juta untuk memastikan bahwa q berniat membeli toko itu kemudian harinya saya disuruh membayar lgi 23juta untuk tanda terima uang muka penjual menjelaskan pembayaran boleh di angsur dlm jangka 3thn perbulan membayar 2,5juta 2hriny lgi saya di tlp bahwa ad masalah dalam pembayaran di karena bunganya blm ikut dlm penjumplahan tdi trs saya di haruskn perbulanny membayar 3juta.n q pikir2 setelah tau bungany menurutku kemahalan n saya tidak mampu membayar.n klo q membatalkan pembelian itu apakah uang saya kembali 100% pak mohon penjelasany terimakasih

  10. Kalau secara hukum, seperti putusan di atas, uang muka/panjar tidak kembali, namun anda masih bisa melakukan negosiasi dengan pihak penjual mengenai masalah ini. Akan tetapi untuk lebih jelasnya sebaiknya anda menemui pengacara secara langsung agar duduk permasalahannya bisa dilihat lagi secara lebih jelas. Kebetulan saya bukan pengacara, hanya peneliti hukum, jadi saya tidak bisa memberikan advice layaknya seorang pengacara/advokat.

    Jika anda merasa tidak mampu menyewa pengacara, saya sarankan anda sebaiknya pergi ke Lembaga Bantuan Hukum yang berada di bawah naungan YLBHI. Jika anda berlokasi di Jakarta, bisa ke LBH Jakarta yang beralamat di Jl. Diponegoro No. 74, dekat RSCM. anda bisa berkonsultasi secara gratis di sana.

    Salam.

  11. Sore Pak, sehubungan dengan masalah uang muka saya ingin menanyakan masalah saya. Kebetulan saya melakukan jual beli, posis saya dalam hal ini adalah sebagai penjual. Pembeli telah memberikan uang muka kepada saya dan berjanji secepatnya akan melunasi. Masalahnya pada saat pembuatan kwitansi saya lupa mencantumkan tgl dead line nya pak, sehingga saat ini saya sama sekali tdk bisa menghubungi pihak pembeli untuk memastikan rencana pembayaran. Yg ingin saya tanyakan jika saya kembali menjual barang saya dan kemudian di depan orang tadi kembali mempermasalahkan uang muka dan mungkin komitmen nya .apa yg harus dilakukan pak..thanks

  12. mas irvan, kebetulan saya bukan ahli dibidang hukum perdata, sementara permasalahan ini adalah masuk dalam ranah hukum perdata. Sejauh ini ketentuan yang berlaku yang saya ketahui belum ada yang mengatur mengenai batas waktu jual beli dengan uang muka, setidaknya untuk jual beli pada umumnya, entah untuk jual beli property dan beberapa benda lainnya yang memiliki aturan tersendiri.
    Permasalahan seperti ini pernah juga ditanyakan pada suatu milis, mungkin anda bisa membacanya di milis tersebut. berikut linknya : http://www.mail-archive.com/cikeas@yahoogroups.com/msg20296.html

  13. ikut nimbrung juga mas,
    apakah mas punya contoh surt perjanjian pelunasan DP perumahan
    ni sy mw melunasi DP tp developernya mnt supaya sy membuatkn surt perjanjiannya guna menjamin keamanan uang DP

  14. Sore, Pak..

    Saya memiliki permasalahan yang hampir sama dengan blog dibawah ini :

    farid setyo nugroho said:

    December 30, 2010 at 11:33 am
    Bpk…Mhn Pertimbangan Bapak…Mhn Dgn Sangat Di Bls Ke Email Saya…
    Permasalahan Saya adalah sebaliknya…Saya berniat menjual rumah saya dengan harga 75.000.000, Kemudian saya meminta DP kepada sang pembeli sebanyak 9.000.000, dan pembayaran disertai dengan bukti kuitansi bermaterai, tp belum ada satu minggu saya membatalkan sepihak proses jual beli ini…Saya beritikad baik dengan mengambalikan uang DP yang 9.000.000, akan tetapi di tolak oleh sang pembeli, kemudian saya memberikan ganti rugi sebanyak 1.000.000, jadi total uang yang akan saya berikan sebanyak 10.000.000, akan tetapi sang pembeli tetap menolak dan bahkan akan mengancam minta ganti rugi berlipat kalau tidak jadi menjual rumah saya kepada sang pembeli…bagaimanakah menurut ilmu yang bapak kuasai…trm ksh bapak…mohon balasannya…

    Solusi yang paling tepat bagaimana ya, Pak ??

    Thank you

  15. siang pak..
    saya mau bertanya,saya mau mengambil rumah pada satu developer,pihak developer meminta Uang Muka 15juta, tp Pengajuan KPR saya ditolak oleh Bank,pihak developer mencoba akan mencoba lewat Bank2 lain karena prosesnya yg lama dan tidak jelas, apakah saya bisa meminta kembali Uang Muka saya atas dasar penolakan Bank yang pertama td… terima kasih

  16. Saya berniat jual rumah dan sepakat untuk di dp 10jt harga rumah 55 jt sisa 45 jt akan dibayar lunas kwitansi bermaterai batas terakhir tgl 30 juni apa bila si pembeli ingkar apakah perjanjian jual beli hangus dan dp tersebut ikut hangus… terimakasih

  17. Siang pak,
    Saya mw nanya mengenai kasus yg sdng sy alami,sy melakukan KPR rumah,,sy sdh DP sekitar 76jtan dan 3x bayar,,ad bukti bayar berupa kwitansi bermatrai,,tp smpai skrng rumah trsbut blm dibangun2 jg,,yg jd permasalahnny wkt byr DP it sy disuru marketingny mentransfer uang trsebut ke no rek pribadi marketing trsebut,jika uang saya digelapin sm marketing yg bersangkutan,apakah saya bisa menggugatny dgn bukti kwitansi bermatrai ?apakah bukti trsebut cukup kuat pak ?mohon bantuanny pak,,thankss

  18. Saya dp untk keredit tanah,dp saya 4 jta.bsok’y saya batalkan kesepakatan secara sepihak.di belakang kwitansi itu tertulis dp tidak di kemblikan klau .apakah sya bisa minta dp saya kembali

  19. Selamat pagi pak, saya punya kasus pembelian rumah melalui perantara paman Z dengan harga 50jt dengan UM 10jt sisanya nanti saya angsur atau jk ada dana langsung saya lunasi, dalam hal ini paman saya tidak ditemukan si penjual ke saya dan saya minta bukti kwitansi+materai. 6000 jg tidak perlu katanya… Berjalan 2bln tiba2 disuruh melunasi dimana saat itu saya jg blm ada utk melunasi sehingga tidak ada kejelasan sampai 2tahun kemudian ,saya ketemu si penjual katanya rumahnya tdk jd di jual dan marah marah tdk mau kembalikan UM ysng sudah saya serahkan. Dan paman saya bilang jika mau kembalikan UM 50% lebih baik tdk usah dikembalikan, apa benar yg dikatakan paman saya tersebut?langkah apa yang harus sy lakukan utk mndptkan kembali UM tersebut? Trmksh

  20. saya mau tanya’ sedikit..apabila pihak pertama menjual tanah dan bangunan ke pada pembeli yaitu pihak ke 2 dengan membayar kan dp sebesar 50% namun sampai dalam 6bln tidak ada pelunasan (pihak ke 2 tidak mampu lagi membayar pihak ke 1 sesuai kesepakatan) bagaimana hukum nya?

  21. @yy: jika merujuk pada putusan MA di atas maka uang muka/panjar tidak dapat dikembalikan -kecuali pihak pertama secara sukarela mau mengembalikannya.

    Selain putusan di atas, sebenarnya Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgelijk Wetboek) juga mengatur demikian. Dalam pasal 1464 dinyatakan: Jika pembelian dilakukan dengan memberi uang panjar, maka salah satu pihak tak dapat membatalkan pembelian itu dengan menyuruh memiliki atau mengembalikan uang panjarnya.

  22. SAya ingin bertax pak saya dapat proyk dengan anggaran 1.2m dalam pekerjaan saya di berikan uang muka 30 pesen dalam proses pekerjaan sdh sampai degn 85 persen pekerjaan tersebt di anggap wan prsetasi pada ahirx uang muka minta untkndi kembalikan semua lewat jaminnan yg saya berikan cair jaminan tersebut lewat asuransi ….tetapi saya di panggil oleh kejaksaan di periksa sebagai tersangka tipikor …pertayaan saya di mana kerugian negara pada persoalan ini

    mohon dapat di bantu ….

  23. bung kemal, informasi yang anda berikan terlalu minim, saya tidak dapat menganalisanya. tapi usul saya sebaiknya anda segera mencari advokat untuk membantu masalah anda.

  24. Sy py masalah uang dp. Sethn yg lalu rmhku mau dijual. Lalu orgnya ksh dp 10 jt. Sebln kemudian nambah dp 75 jt. Jd ttl dp 85 jt. Tp setelah sy tgg 3 bln malahan dia blg nggak jd beli rmhku. Ktnya ditmpt lain dia udah beli 2 rmh yg hrgnya sana dgn hrg 1 rmhku. Jd dgn hrg 500 jt dia bs beki 2 bh rmh ditmpt lain. Skrg setelah 1thn berlalu tiba2 dia sms blg mau duduki rmh sy pske preman; dan minta uangnya dikembalikan. Jd apa yg hrs sy lakukan? Suami udah meninggal;.anak 3 msh kecil. Wkt itu tdj pake kwitansi cuman dia py bukti transfer

  25. sebaiknya anda melaporkan ke polisi jika ada ancaman lagi. tindakan calon pembeli tersebut merupakan tindakan Pemerasan, di atur di KUHP pasal 368. “Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.”

  26. Pak saya harap bapak bisa memberikan saran yang baik

    Mama saya membeli rumah dengan harga 50jt dan penjual rumah tersebut adalah keponakan dari papa saya

    Mama saya dan keponakan nya inI setuju kalo rumah ini akan dibayar 2x cicilan..nah cicilan pertama sudah dibayar 25jt dan cicilan kedua awalnya akan dibayar saat dinotaris tapi karena keponakan mama saya bilang maonya dilunasin dulu baru ke notaris dengan alasan krn dia tinggal di luar kota..akhirnya mama saya setuju untuk membayar sisa nya yg 25 jt itu dengan modal percaya pada keponakannya itu

    Sekarang setelah rumah dibayar lunas dan maju ke notaris keponakan mama saya mulai mempermasalahkan pembayaran pajaknya..intinya dia tidak mau membayar pajak penjual dgn alasan rumahnya sudah dijual murah dari dia beli semula..mama saya bilang kalo kan keponakan saya itu yg menganjurkan harga segitu knp sekarang seakan2 menyesal menjual dgn harga 50 jt dan lebih parahnya sekarang dia bilang kalo mama saya tidak mau membayar pajak penjual dia mau balikin uangnya lagi tapi bulan januari 2015 nah menurut saya walaupun masih saudara ya ngga begitu jg kali..karena dari awal tidak ada pembicaraan mengenai mama saya yg membyar pajak penjual dan pembeli.. apakah bapak ada saran yg mungkin bisa membantu saya? Dan anehnya lagi kenapa kalo uang mao dibalikin ga sekarang kenapa harus nunggu bulan januari pdhl kan dia msh di Indonesia jg? Jd kyk ada unsur penipuan kan?

    Terima kasih sebelumnya atas saran bapak

  27. Saya mau tanya pak kemarin saudara saya membeli rumah dengan cara over kredit sebesar 40 juta dan angsuran selama 20 tahun dan pembayaran dp 40 juta itu di lakukan didepan notaris ,tapi ketika saya mau menempati rumah ama si penjual mengulur waktu sampai 2 bln akhirnya saudara saya pun ngontrak sana sini setelah saya membawa polisi dan tni si penjual itu pun menyerahkan kunci dan saudara saya pun menpati rumah dan selang 2 hari menempati saudara saya membayar angsuran ke bank btn tapi ketika saya ingin mbayar angsuran betapa kagetnya saudara saya ternyta rumah itu telah dilunasi dan sertivikat telah di ambil oleh si penjual yg saya mau tanyakan apa kah saya boleh menuntut si penjual ke polisi,tapi saya berifikir takutnya dp saudara saya tidak dikembalikan .apalah si penjual itu dapat dikenakkan pasal karna mengingkari perjanjian di notaris mohon bantuannya .trima kasih

  28. pak saya mao minta pendapat bapak mengenai kasus saya

    saya melakukan jual-beli rumah di daerah kayumanis milik orang tua saya, bpk saya menyerahkan jual beli rumah kepada saya. suatu hari ada pembeli yang berminat dengan rumah saya. maka dibuat kesepakan bermatrai. pembeli memberikan dp sebanyak Rp. 5000.000 dan pembayaran pertama sebanyak Rp. 60.000.000. denga total harga rumah 265.000.000. dan akan melunasi sisa pembayaran Rp. 200.000.000. dengan perjanjian sisa pembayaran akan dilunasi dalam waktu 1 bulan. setelah 1 bulan berjalan ternyata pembeli membatalkan pembelian rumah secara sepihak dengan alesan pengajuan pinjaman pihak bank tidak di ACC, dan malah dia menginginkan sertifikat rumah untuk dijadikan jaminan bank. akhirnya jual-beli rumah pun dibatalkan. tapi pembeli minta dp dan pembayaran pertama dikembalikan. dan akan menuntut kepada saya bila uang tersebut tidak dikembalikan baik secara perdata maupun pidana. pertanyaannya pak. apakah ada aturan hukum yang mengikat baik secara pidana maupun perdata untuk pengembalian dp rumah dan pembayaran pertama tadi. dimana pembeli membatalkan secara sepihak. dan menuduh rumah saya sengketa. dan apa hak saya untuk menuntut balik kepada pembeli yang dengan berbagai alesan menuntut saya. terimakasih. mohon petunjuk

  29. Saya mau minta prndapat bapak,
    saya dan teman teman 4orang saya mau mengontrak rumah sebesar 15jt 1tahun
    dan pemilik kontrakan ini meminta DP sebesar 2jt
    dan otomatis karena teman saya yang 1 irangnya belum mempunyai uang jadi kami ber4 membagi 500rb perorang untuk membayar uang muka tanda sah nya, dan seketika setelah sudah ganti lampu dan memperbaiki perabotan didalam, dan tinggal sekitar h-3 mau pelunasan
    teman saya yang satu orang lagi sebut saja A, tidak jadi mengontrak dengan kami dengan alasan mau mengontrak rumah dengan temannya yang lain, karena si A ini juga ikut mrmbayar DP sebesar 500rb sekarang dia meminta kami untuk mengembalikan 500rb nya kepada dia lewat teman saya yang belum ada uang untuk panjar. Otomatis dikarenakan sudah mau bayar full uangnya jadinya perorangnya menjadi tambah besar, saya dan ber4 teman saya sudah tidak masalah dengan perginya dia tapi apakah uang mukanya si A dapat dikembalikan ?
    Terima kasih

  30. Meth sore pk.
    Pada tahun 2012 terjadi transaksi jual beli tanah senilai Rp 100juta, baru di panjar senilai Rp 17juta, sampai sekarang tahun 2015 belum dilunasi juga, saya kesal nunggu terus tanpa keputusan yang pasti, akhirnya saya jual tanah tersebut ke orang lain, sekarang dengan nilai Rp 150juta, lalu tiba-tiba pihak pembeli yang pertama datang ingin mengkasuskan masalah ini.
    Pertanyaan saya adakah kuhp yang menentukan batasan waktu masa panjar hingga panjar itu bubar dengan sendirinya, karena saya tidak memutuskan pembatalan jual beli melainkan saya kesal pelunasan tidak kunjung tuntas.
    Yang ke dua dia minta tanah bagian yang sudah dibeli seharga Rp 17uta, apakah memang dia berhak atas tanah saya itu.?
    Terima kasih pak. Mohon jawabannya.

  31. Pak sy mengadakan jual beli mobil dengan operdp jmlhnya 20jt ddengan sisa angsuran 16x lg,dimana disini sy sbgai pembeli dan si penjual sy kasih dp 12jt pakai kwitansi bermatrai bertuliskan dimana apabila sy tdk menyetorkan angsuran dan sisa dp yg blm dilunasi maka piahak pertama berhak mnarik kendaraan tersebut dan uang dp hangus stlh sblm jth tempo sy byr angsuran pertama tp yg paling mengejutkan itu ketika sy cek dilisingnya ternyta sisa angsuran yg dia katakan 16x tidak benar sisa yg tertulis adalah 18x.. Sy merasa kecewa dan dibohongi. Tdk lama kemudian sy batalkan dan sy minta uang dp dikembalikan, yg ingin sy tnyakan apakah uang dp yg sdh msk itu bs diambil lg.. Mohon pencerahan nya pak.

  32. waduh ktmu blok krupuk kulit sy mau cerita keluarga saya korban bisnis VGMC (investasi bodong )
    ceritanya Misalnya A adalah nasabah VGMC, B juga nasabah VGMC dan saling kenal. Suatu hari B meminta kepada A untuk membantu dirinya mendaftarkan/investasi secara online untuk ikut menjadi nasabah VGMC uang sebesar 500 Juta atas nama C ( A dan C masih belum kenal ) C mentranfer 500 Jt kepada B dari BCA Malang kepada B di BCA Sidoarjo. Kemudian B mentranfer 480 juta dari BCA sidoarjo ke A di BCA Surabaya dan A mendaftarkan/investasikan seluruh uang ( 480 juta) secara online ke VGMC pusat di Panama/Abudabi. Dan berhasil menjadi member VGMC dan C pernah mendapatkan deviden atau hasil dari investasinya.
    Tapi sekarang setelah berjalan 1 bulan lebih VGMC kemudian tutup dan uang para nasabah/member se dunia tdak dapt diambil atau cair.
    PERTANYAAN :
    sekarang C melaporkan A yg cuma disuruh atau dimintai bantuan oleh B untuk mendaftarkan secara online menjadi tersangka di Polres Malang pada hal A sama sekalin tidak menikmati atau ngemplang uangnya C serupiahpun. Polres Malang menetapkan A sbg TSK mau disrahkan TSK, Brg Bukti dan BAPnya kepada JPU, bukankah TKPnya di Surabaya? Mohon pencerahan bung krupuk melalui email : sutiknoandin@ymail.com atas bantuannya Guatiallah sing mbales matur nuwun…. dr keluarga A/korban

  33. Halo, saya Mrs Jane Alison, pemberi pinjaman pinjaman swasta yang memberikan pinjaman kesempatan waktu hidup. Apakah Anda membutuhkan pinjaman mendesak untuk melunasi hutang-hutang Anda atau Anda membutuhkan pinjaman modal untuk meningkatkan bisnis Anda? Anda telah ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? Apakah Anda membutuhkan pinjaman konsolidasi atau hipotek? mencari lagi karena kami di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda sesuatu dari masa lalu. Kami meminjamkan dana untuk individu yang membutuhkan bantuan keuangan, yang memiliki kredit buruk atau membutuhkan uang untuk membayar tagihan, untuk berinvestasi di bisnis di tingkat 2%. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberitahu Anda bahwa kami memberikan bantuan yang handal dan penerima dan akan bersedia untuk menawarkan pinjaman. Jadi hubungi kami hari ini via email di: (saintloans@hotmail.com)

  34. Saya mau tanya suami saya sdh menandatangani surat pemesanan kendaraan tanpa sepengetahuan saya tapi blm membayar tanda jadinya. Krn saya tdk setuju maka suami ingin membatalkan spk tsb. Tapi sales tdk terima dan memaksa kami harus ttp melakukan transaksi jual beli kendaraan tsb. Secara hukum apakah ada kekuatan hukum jika sales tsb memaksa kami membeli pdhl syarat2 utk jual beli tdk terpenuhi? Terima kasih banyak atas bantuannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s