Recent Posts

Anotasi Putusan Pembunuhan 1148 K/Pid/2015

Pada sekitar pertengahan tahun 2019 yang lalu saya diminta oleh kawan dari Kontras untuk menganalisa suatu putusan perkara pembunuhan. Permintaan tersebut dilakukan karena Kontras diminta oleh istri terpidana untuk melakukan sesuatu terhadap perkara tersebut, menurut sang istri suaminya tidak bersalah atas pembunuhan yang dituduhkan terhadapnya, dan sang suami saat itu telah divonis 12 tahun penjara di tingkat kasasi. Sang istri juga menyatakan kepada Kontras bahwa suaminya yang hanya seorang supir lepasan disiksa selama proses penyidikan dan dipaksa mengakui perbuatan yang tidak pernah ia lakukan tersebut.

Singkat kata setelah membaca putusan kasasi dan tingkat pertama perkara tersebut, darah saya agak mendidih. Tapi belum sampai bisa memasak telur tentunya. Perkara ini di tingkat pertama diputus bebas, sang terdakwa saat itu diputuskan tidak bersalah oleh pengadilan negeri Tasikmalaya. Saat membaca putusan PN Tasik tersebut saya cukup kagum dengan pertimbangan-pertimbangan hukumnya. Majelis seperti mengakui adanya penyiksaan atau setidaknya pemaksaan yang tidak semestinya yang dilakukan oleh penyidik, mengakui bahwa terdapat bukti yang direkayasa dan lain sebagainya, sehingga pada akhirnya majelis menyatakan tidak terdapat cukup bukti untuk menyatakan terdakwa bersalah.

Continue reading
  1. Setelah Kebakaran Leave a reply
  2. Omnibus dan Ikan Gabus di Negara Civil Law Leave a reply
  3. Common Sense di Negeri Uncommon Law Leave a reply
  4. Cerita Lama Yang (Sayangnya) Tidak Basi-Basi Leave a reply
  5. Permasalahan Pengaturan Pidana Denda dalam RKUHP 1 Reply
  6. Bikepacking Jakarta – Bali (7) 9 Replies
  7. Bikepacking Jakarta-Bali (6) 3 Replies
  8. Bikepacking Jakarta – Bali (5) 9 Replies
  9. Bikepacking Jakarta – Bali (4) 8 Replies